Tanda Rumah Kamu Kurang Sehat Untuk Dihuni

GreenClean – Rumah yang bersih dan terawat tentunya menjadi dambaan setiap pemilik rumah. Dengan menjaga kebersihan rumah, tidak hanya membuat pemilik rumah nyaman, tapi tentunya juga sehat. Mungkin masih banyak dari kita yang mengabaikan kebiasaan kecil di rumah yang justru bisa menimbulkan penyakit. Kebiasaan seperti malas mengusap debu misalnya, lama kelamaan akan menumpuk dan bisa menimbulkan gejala pada penderita asma. Masih banyak kebiasaan buruk lain yang mengancam kesehatan penghuni rumah yang kerap tidak disadari. Apa pun?

Tanda Rumah Kamu Kurang Sehat Untuk Dihuni

Terlalu Lembab

Rumah yang lembab itu normal. Umumnya kelembapan berasal dari aktivitas seperti mandi dan memasak. Namun, jangan sampai tingkat kelembapan terlalu tinggi. Jamur menyukai lingkungan yang lembab. Kelembaban berlebih di dalam rumah, biasanya banyak di sudut atau langit-langit, bisa menyuburkan pertumbuhan jamur. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan jamur dapat menyebabkan masalah pernapasan, iritasi tenggorokan, batuk atau bersin, iritasi mata, dan bahkan kulit.

Tidak Memperhatikan Kebersihan Ventilasi

Meski tidak terlalu terlihat, saat membersihkan rumah jangan sampai melewatkan bagian ventilasi. Ventilasi membawa banyak debu dari udara. Saat Anda menyalakan heater atau AC, partikel debu akan berhamburan ke dalam rumah. Lepaskan penutup ventilasi dan bersihkan atau hubungi profesional untuk pembersihan maksimal.

Ventilasi Kamar Mandi Minim

Kamar mandi juga membutuhkan ventilasi yang memadai. Jika kadar kelembaban terlalu tinggi mandi tidak hanya menyebabkan cat cepat rusak, tetapi juga bisa memicu tumbuhnya jamur. Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, jamur dapat berkembang biak di dalam ruangan, merusak rumah dan menyebabkan masalah kesehatan.

Menggunakan Produk Pembersih Rumah Yang Salah

Produk pembersih akan menempel pada permukaan dan dapat terhirup. Beberapa produk kimia seperti produk mandi, deterjen, pemutih, dan lain-lain, juga meningkatkan risiko kerusakan saluran pernapasan dan paru-paru. Kelompok Kerja Lingkungan menyelidiki lebih dari 2.000 produk pembersih di pasar Amerika. Mereka menemukan banyak zat yang dapat memicu gangguan kesehatan yang serius, seperti asma, alergi, dan kanker.

Tidak Membersihkan Debu Dengan Tepat

Debu muncul setiap hari. Semakin sering Anda membiarkannya, semakin rentan Anda terhadap partikel berbahaya. American College of Allergy, Asthma and Immunology menyarankan penggunaan kain lembab untuk mengumpulkan debu daripada menggunakan kain kering. Kain kering hanya akan menyebarkan debu dan memicu alergi. Kemudian, pastikan untuk menyeka debu dari atas ke bawah.

Tidak Memeriksa Saluran Pembuangan

Saluran pembuangan adalah area yang rentan terhadap kelembapan. Jika dibiarkan, area ini akan menjadi pintu masuk air berlebih ke dinding rumah, di bawah tanah atau lantai. Jika saluran pembuangan tertutup, lakukan pembersihan secara rutin agar tidak ada kotoran yang tersumbat.

Kamar Kotor

Selain lantai, bersihkan debu di sela-sela yang tidak terlihat hingga benar-benar bersih. Misalnya, tarik ranjang menjauh dari dinding dan Anda mungkin akan terkejut dengan betapa kotornya area tersebut. Jangan lupa untuk rutin membersihkan tempat tidur, setiap satu atau dua minggu sekali. Banyak orang masih berjalan di dalam ruangan dengan memakai sepatu. Peneliti dari University of Arizona menemukan bahwa satu sepatu bisa mengandung hingga 400 ribu lebih banyak bakteri, termasuk E. coli, bakteri penyebab masalah pencernaan.

Terlalu Banyak Barang

Terlalu banyak barang di dalam rumah juga bisa menyebabkan debu menempel dan sulit dibersihkan. Terlalu banyak barang juga ikut berpengaruh pada kualitas udara yang buruk di dalam ruangan. Cobalah untuk mengurangi jumlah barang di dalam ruangan, kecuali jika Anda memutar dan membersihkannya secara teratur.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *