Kesalahan Dalam Merawat Tanaman Indoor Yang Sering Dilakukan

GreenClean.id – Kegiatan menanam tampaknya menjadi tren baru selama pandemi Covid-19. Dari menanam sayuran di taman hingga membuat koleksi tanaman indoor yang sangat menyegarkan mata. Apakah Anda salah satunya? Pernahkah Anda tiba-tiba layu atau bahkan mati? Meski sudah disiram secara rutin, tetap bisa layu. Tentu saja Anda sedih dan bertanya-tanya apa kesalahan Anda. Daripada bingung, kita akan membahas kesalahan umum yang biasa terjadi saat merawat tanaman indoor. Sehingga bisa terhindar dari kesalahan saat merawat tanaman indoor.

Kesalahan Dalam Merawat Tanaman Indoor Yang Sering Dilakukan

Pemberian Air Kurang Sesuai

Kesalahan pertama dalam merawat tanaman indoor adalah frekuensi penyiraman yang kurang tepat. Bisa jadi terlalu jarang atau terlalu sering disiram. Bisa jadi tanah di tanaman indoor Anda terlalu kering atau basah. Jika tanah terlalu basah sedangkan tanaman indoor termasuk jenis tanaman dengan tanah kering, akarnya akan membusuk. Jika busuk, tanaman Anda berpotensi mati.Untuk menghindari hal ini terjadi, pastikan Anda menggunakan pot tanaman dengan aliran air di dasarnya. Masih bertanya-tanya apakah semua tanaman memiliki kebutuhan air yang sama? Teori ini salah besar! Anda harus menyediakan air sesuai dengan jenis tanaman itu sendiri.

Setiap jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda. Misalnya, kaktus dan sukulen lebih menyukai tanah kering. Itu tandanya Anda tidak perlu menyiram tanaman jenis ini terlalu sering dan terlalu banyak. Berbeda dengan tumbuhan tropis yang membutuhkan banyak air. Kebutuhan debit air pada tanaman dapat dilihat melalui daunnya. Semakin tebal daunnya, semakin sedikit tanaman yang membutuhkan banyak air. Contoh tumbuhan ini adalah kaktus. Sebab, kaktus bisa bertahan hidup meski jarang disiram.

Pencahayaan Yang Salah

Setiap tumbuhan pasti membutuhkan sinar matahari untuk fotosintesis. Namun banyak yang beranggapan bahwa semua tanaman membutuhkan sinar matahari yang melimpah, seperti kaktus dan succulents. Padahal ada beberapa tanaman indoor yang tidak membutuhkan terlalu banyak sinar matahari. Banyak tanaman menghindari sinar matahari langsung. Ini karena kelembapan tanah akan lebih cepat menguap dan tanaman akan lebih cepat mengering.

Untuk alasan ini, sinar matahari tidak langsung lebih ideal untuk tanaman dalam ruangan. Anda bisa meletakkan tanaman indoor di dekat jendela atau di teras dengan kanopi. Sehingga tanaman Indonesia anda tidak akan cepat kering. Jenis tanaman tropis tentunya memiliki ciri khas tersendiri. Tanaman indoor tropis membutuhkan lebih banyak sinar matahari daripada jenis lainnya. Oleh karena itu, Anda harus mengetahui jenis tanaman indoor dengan benar.

Salah Dalam Penempatan Tanaman

Pernahkah Anda menemukan tanaman indoor cepat layu? Bisa jadi Anda salah memasukkan koleksi tanaman. Jika Anda salah menempatkan tanaman dalam ruangan, tanaman bisa pucat dan pendek karena kekurangan sinar matahari atau daun kering karena terlalu banyak sinar matahari. Bahkan ada juga tanaman yang tidak bisa tumbuh karena hawa dingin dari jendela. Jika ingin meletakkan tanaman indoor, perhatikan jenis tanaman ini. Pilih tempat yang tepat untuk menempatkan tanaman. Usahakan untuk tidak meletakkannya di tempat yang terlalu lembab, kering atau dingin.

Lupa Untuk Dibersihkan

Mungkin Anda mengira tanaman indoor akan terbebas dari debu pada daunnya. Padahal daun tanaman dalam ruangan juga bisa berdebu. Biasanya debu akan terbentuk dari udara kotor atau karena tanaman itu sendiri. Cara menghilangkan debu pada daun, hanya perlu dilap lembut dengan lap yang dibasahi air. Bersihkan secara rutin, selain itu Anda juga harus rutin membersihkan daun kering, ranting patah, atau tanah yang sudah tidak sehat lagi. Jadi intinya anda harus memperhatikan kebersihan tanaman indoor. Kalau perlu buat reminder di ponselmu untuk membersihkan tanaman seminggu sekali.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *