Kesalahan Yang Dilakukan Saat Membersihkan Lantai Kayu

Green CLean – Lantai kayu atau sering disebut sebagai Parket menjadi pilihan karena bisa memberikan kesan mewah dan klasik. Pemilikah lantai jenis ini umumnya untuk orang yang menyukai suasana klasik yang tetap mewah. Bahan dasar kayu yang dipakai sebagai lantai punya banyak ragam, seperti  dari kayu jati, sengon dan lainnya. Namun ada hal yang perlu diketahui, bahwa perawatan lantai kayu berbeda dengan jenis lantai lain seperti pada umumnya. Karena kayu mudah terkena berjamur dan mengalami pengikisan. Nah karena itulah masih banyak pemilik lantai ini membuat membuat kesalahan ketika membersihkan lantai kayu atau parket.

Kesalahan Yang Dilakukan Saat Membersihkan Lantai Kayu

Terlalu Banyak Memakai Air

Jika dibandingkan dengan jenis lantai yang lain, Lantai kayu ini mempunyai kekurangan yaitu lebih mudah berjamur dan. Pembersihan dengan terlalu banyak memakai air pada lantai jenis ini akan menimbulkan jamur semakin mudah berkembang. Kamu sebenarnya bisa mengepel lantai kayu dengan air, namun seharusnya pastikan kain pel sudah diperas hingga menjadi lembab, baru bisa untuk mengepel lantai. Dengan metode ini risiko tertinggalnya genangan yang bisa membuat kayu keropos dapat berkurang. Pastikan juga kamu melakukan pengeringan lantai kayu sampai tuntas setelah mengepelnya.

Sering memakai Cuka atau Amonia

Larutan cuka atau amonia sudah bukan menjadi rahasia lagi untuk membersihkan bagian permukaan yang sangat kotor. Ini karena sifat asam pada cuka mampu mengelupas kotoran dengan efektif dan membuat kegiatan bersih-bersih semakin mudah dilakukan. Walaupun begitu, sebaiknya jangan pernah mengaplikasikan cara ini sebagai pembersih lantai kayu. Karena campuran dua bahan ini justru bisa mengikis bagian luar dan tekstur kayu. Jika bagian luar atau kelir terkikis, lama-lama akan menyebabkan kayu mudah keropos.

Menuangkan Cairan Pembersih secara Langsung

Yang satu ini juga salah satu kesalahan yang kerap sekali dilakuka, banyak orang menuangkan cairan pembersih lantai kayu secara langsung ke permukaan lantai kayu. Cara  Ini akan menyebabkan finishing kayu terkikis dan noda bekas tuangan akan terlihat jelas dan menyebabkan warna kayu memudar. Pada saat mau memakai cairan pembersih, disarankan larutkan terlebih dahulu dengan di dalam air bersih. Setelah itu barulah kemudian lapkan pada lantai dengan kain bersih atau kanebo. Untuk pengepelan pastikan satu arah supaya tidak merusak permukaan kayu.

Menyapu dengan Sapu Berbulu Kaku

Pemakaian sapu berbulu kaku juga bisa mengakibatkan lantai kayu tergores dan membuat tampilannya berubah. Terkadang kamu bahkan harus melakukan pelapisan kelir ulang untuk membuat kondisi lantai kayu yang telah tergores. Kejadian seperti ini tentu akan membuatmu mengeluarkan biaya tambahan tidak sedikit. Sebaiknya selalu pakai jenis sapu ijuk dengan bahan sapu yang lemas untuk menyapu permukaan lantai kayu.

Membiarkan Tumpahan terlalu Lama

Pada saat lantai kayu terkena tumpahan cairan, seperti contohnya dari makanan atau minuman, sebaiknya segera bersihkan supaya tidak menimbulkan bercak dan memicu pertumbuhan jamur. Kamu bisa menggunakan Lap untuk membersihkan tumpahan atau noda. Selanjutnya keringkan dengan lap kering atau dengan bantuan hair dryer sampai tidak ada bekas noda dan tumpahan tersisa. Tumpahan cairan yang tidak segera dibersihkan nantinya akan memancing kehadiran serangga dan rayap yang bisa menghancurkan lantai kayu.

Memakai Sabun untuk mengepel

Perawatan lantai kayu tidak dapat disamakan dengan jenis lantai yang lainnya seperti keramik. Jika kamu bisa mengepel lantai keramik dengan sabun, maka jangan pernah melakukan hal yang sama pada lantai kayu. Sabun yang mempunyai sifat basa bisa menyebabkan komposisi kayu berubah dan melunakkan kayu. Selain itu terkadang bekas sabun juga terserap ke dalam pori pori kayu, dan kan membuatnya berjamur.

Be the first to reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *